Dear Someone,
Hei, kau yang di sana. Apa kabar? Semoga baik - baik saja. Tidak seperti diriku di sini yang gelisah,bingung dan merana karena merindukanmu. Kemarin kita pergi ke suatu tempat berdua saja. Aku sangat bahagia saat itu. Ku kira kau bersama temanmu Tapi kamu bilang temanmu tidak bisa ikut. Jadi cuma aku dan kamu. Hanya berdua saja. Aku dan kamu. Laki - laki dan perempuan. Berdua. Mungkin kita terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang jalan - jalan berdua. Tapi itu salah. Aku dan kamu kenyataannya hanya teman biasa, tidak ada sesuatu yang spesial di antara kita. Dan kamu pun tahu itu. Yah, tentunya, sebagai seorang perempuan tentunya kamu membutuhkan seseorang yang bisa melengkapi hidupmu. Di kantor, kita sering digosipkan kalau kita ‘pacaran’. Mungkin karena hubungan yang dekat di antara kita. Meskipun kenyataannya kita adalah teman, dalam hati aku juga menaruh rasa padamu. "Aku mencintaimu". tetapi sampai saat aku menulis ini aku tak berani tuk mengatakan yg sebenarnya padamu karena kau pernah mengatakan sebuah pesan padaku Mendengar jawabanmu itu, aku jadi mengurungkan niatku untuk menyatakan cinta padamu setelah kamu putus. Ya, kenyataannnya kamu sekarang dekat dengan yang lain. Aku menyadari itu. Mungkin karena sebentar lagi kau atau aku yang akan keluar dari perusahaan tempat kita bekerja. Tapi, apa daya, aku hanya bisa memendam perasaanku padamu. Mungkin aku bisa mengungkapkannya kelak setelah kau atau aku yg keluar dari perusahaan tempat kita bekerja. Itu pun juga kalau seandainya kita masih bisa bertemu lagi. Sebelum mengenalmu aku biasa-biasa saja ketika bekerja di sini,tetapi setelah kau bergabung di sini aku lebih banyak menghabiskan waktu tuk menyendiri dan berbohong pada diriku dan semua sebenarnya aku sudah mencintaimu. Aku sudah menaruh rasa padamu saat pertama kali melihatmu. Ya, ini memang kesalahanku. Kesalahanku yang tidak lebih cepat dalam mengutarakan isi hatiku padamu. Kesalahanku yang membiarkanmu terus menunggu karena tidak adanya kepastian status dariku. Itu memang salahku, dan aku sangat menyesali itu, meskipun sekarang kau sudah putus dengannya dan dengan alasan putus yang cukup menamparku. Jika saja aku bisa memutar waktu, mungkin pada saat itu aku tidak akan membiarkannya lebih dulu dari diriku bekerja di sini setelah ku tau kau akan masuk dalam lingkaran perusahaan tempatku bekerja. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, jika aku lebih memilih untuk ikut dengan kakaku ke surabaya. Mungkin aku tak akan tersakiti seperti saat ini. Aku yakin, inilah alasannya kenapa sampai saat saya menulis ini saya tak berani mengambil keputusan untuk segera hengkang dari perusahaan tempatku bekerja..... Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah peribahasa yang sangat pantas dengan diriku. Percuma aku berkhayal, percuma aku mencari kebenaran di masa lalu. Toh, kenyataannya, kita tak bisa bersama (mungkin). Aku tak bisa mengungkapkan perasaanku yang telah begitu lama ku pendam. Sebentar lagi kamu akan segera menunaikan dan melengkapi sebagian dari dienmu, dan perpisahan pun tak bisa diingkari. Aku yakin rasa ini akan tetap ada sampai kelak ku tak lagi bisa membuka mata ini... Kita akan terpisah karena status yang akan segera kau ganti,Tidak bisa bertemu lagi,tidak bisa meneleponmu lagi Mungkin juga suatu hari nanti kau akan memperkenalkan anakmu padaku,tapi Tak apalah. Biarkan cintaku ini terus ku pendam saja. Jika kita memang berjodoh, satu keyakinanku, kita pasti bersatu dengan izinnya lagi. Good night… :)
Hei, kau yang di sana. Apa kabar? Semoga baik - baik saja. Tidak seperti diriku di sini yang gelisah,bingung dan merana karena merindukanmu. Kemarin kita pergi ke suatu tempat berdua saja. Aku sangat bahagia saat itu. Ku kira kau bersama temanmu Tapi kamu bilang temanmu tidak bisa ikut. Jadi cuma aku dan kamu. Hanya berdua saja. Aku dan kamu. Laki - laki dan perempuan. Berdua. Mungkin kita terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang jalan - jalan berdua. Tapi itu salah. Aku dan kamu kenyataannya hanya teman biasa, tidak ada sesuatu yang spesial di antara kita. Dan kamu pun tahu itu. Yah, tentunya, sebagai seorang perempuan tentunya kamu membutuhkan seseorang yang bisa melengkapi hidupmu. Di kantor, kita sering digosipkan kalau kita ‘pacaran’. Mungkin karena hubungan yang dekat di antara kita. Meskipun kenyataannya kita adalah teman, dalam hati aku juga menaruh rasa padamu. "Aku mencintaimu". tetapi sampai saat aku menulis ini aku tak berani tuk mengatakan yg sebenarnya padamu karena kau pernah mengatakan sebuah pesan padaku Mendengar jawabanmu itu, aku jadi mengurungkan niatku untuk menyatakan cinta padamu setelah kamu putus. Ya, kenyataannnya kamu sekarang dekat dengan yang lain. Aku menyadari itu. Mungkin karena sebentar lagi kau atau aku yang akan keluar dari perusahaan tempat kita bekerja. Tapi, apa daya, aku hanya bisa memendam perasaanku padamu. Mungkin aku bisa mengungkapkannya kelak setelah kau atau aku yg keluar dari perusahaan tempat kita bekerja. Itu pun juga kalau seandainya kita masih bisa bertemu lagi. Sebelum mengenalmu aku biasa-biasa saja ketika bekerja di sini,tetapi setelah kau bergabung di sini aku lebih banyak menghabiskan waktu tuk menyendiri dan berbohong pada diriku dan semua sebenarnya aku sudah mencintaimu. Aku sudah menaruh rasa padamu saat pertama kali melihatmu. Ya, ini memang kesalahanku. Kesalahanku yang tidak lebih cepat dalam mengutarakan isi hatiku padamu. Kesalahanku yang membiarkanmu terus menunggu karena tidak adanya kepastian status dariku. Itu memang salahku, dan aku sangat menyesali itu, meskipun sekarang kau sudah putus dengannya dan dengan alasan putus yang cukup menamparku. Jika saja aku bisa memutar waktu, mungkin pada saat itu aku tidak akan membiarkannya lebih dulu dari diriku bekerja di sini setelah ku tau kau akan masuk dalam lingkaran perusahaan tempatku bekerja. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, jika aku lebih memilih untuk ikut dengan kakaku ke surabaya. Mungkin aku tak akan tersakiti seperti saat ini. Aku yakin, inilah alasannya kenapa sampai saat saya menulis ini saya tak berani mengambil keputusan untuk segera hengkang dari perusahaan tempatku bekerja..... Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah peribahasa yang sangat pantas dengan diriku. Percuma aku berkhayal, percuma aku mencari kebenaran di masa lalu. Toh, kenyataannya, kita tak bisa bersama (mungkin). Aku tak bisa mengungkapkan perasaanku yang telah begitu lama ku pendam. Sebentar lagi kamu akan segera menunaikan dan melengkapi sebagian dari dienmu, dan perpisahan pun tak bisa diingkari. Aku yakin rasa ini akan tetap ada sampai kelak ku tak lagi bisa membuka mata ini... Kita akan terpisah karena status yang akan segera kau ganti,Tidak bisa bertemu lagi,tidak bisa meneleponmu lagi Mungkin juga suatu hari nanti kau akan memperkenalkan anakmu padaku,tapi Tak apalah. Biarkan cintaku ini terus ku pendam saja. Jika kita memang berjodoh, satu keyakinanku, kita pasti bersatu dengan izinnya lagi. Good night… :)
