Selasa, 23 Juli 2013

puisi buat ibuku

Puisi Buat Ibu Ku 
Di malam yang dingin Dengan berselimut kesendirian Kuterbangun menatap langit langit kamarku Terlintas di benak sosok engkau Yang selalu menemaniku menjemput pagi Yang selalu menemaniku menikmati panasnya sinar matahari Yang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintang Dan kembali mengantarku ke dalam tidur yang panjang Semua itu kini tak dapat lagi kurasakan Karena saat ini ku jauh darimu Mekipun sebenarnya ku tak bisa Namun ku yakin semua itu akan berakhir Ibu……….. 
Aku rindu dengan senyummu Aku rindu dengan kasih sayangmu Aku rindu dengan belai lembutmu Aku rindu akan pelukmu Ku ingin kau tahu itu Ibu………. 
Kau selalu ada Di setiap hembusan nafasku 
Di setiap langkah kakiku Di setiap apa yang ku gapai Karena kau begitu berarti dalam hidupku

Kamis, 18 Juli 2013

PERASAAN YG KU PENDAM

Perasaan yang Ku Pendam Semalam aku lihat bulan tak bersinar Bintang-bintang redup Awan kelabu pun mulai meneteskan kesedihan yang ku rasa Disini aku terpaku Menatap segala keadaan yang mungkin kan berubah Memendam segenap rasa yang terdalam Sebuah perasaan yang semakin lama mengekang kalbu Seperti sebuah jeritan yang lama tertahan Mungkin engkau memang takkan pernah mengerti Apa yang saat ini ku rasa Terpenjara di dalam kesunyian hati Mungkin memang hanya aku yang tahu Cukup aku yang merasakan Karena seseorang tak layak tersakiti Hanya karena perasaan yang ku sembunyikan ini Aku hanya ingin kau mengerti bahwa hanya cintaku yang dapat mengertikan kau Aku tidak pernah berharap perasaan ini terbalaskan Karena dengan melihatmu bahagia bersamanya itu sudah cukup bagiku Namun di balik semua itu, Akulah orang yang akan selalu mencintai dan menjagamu sepenuh hatiku..

Selasa, 18 Juni 2013

bahasa hati

mencoba mengukir aksara hati. termangu hati ini lagi. diantara malam yg terus memeloroti seisi kalbu. adakah kau tau apa yg ingin ku tulis di antara malam ini.....??? aku bukan pengecut aku bukan tak berani aku bukan ingin lari. dimna asa akan ku temukan...??? diantara barisan dialog waktu yg terus bergulir. Dialogku dengannya tetap tak pernah berubah dari kebisuan. Hanya diam dalam kata-kata tanpa suara. Tak pernah menjadi dialog murni. Di kedekatan, justru seolah sangat jauh terpandang. Entah saat ini kami mempersingkat jarak atau justru memperpanjang jarak yang selama ini masih memisah. Hingga lantas kami harus menerima apa yang Tuhan tanamkan dalam kami. Bersandar pada sesuatu yang kadang sangat manis namun terkadang sangat menyakitkan. Akupun yakin ia pasti memahami apa yang terucap dan apa yang tak bias terucap dariku. Kata-kata adalah singgahsana hatiku. Kata-kata adalah hati yang memanggil logika untuk bermain di tempat yang sama. Beradu argument dan cara pandang atau saling menguatkan. aku tak penrnah lelah berusaha tuk melupakanmu. sekuat hati sekuat niatku dan sebnyak doaku. aku bingung dengan perasaanku ini. entah mengapa aku begitu sulit mengendalikan perasaan ini. perasaan yg sudah sekian bulan ku simpan rapi dalam beranda HATI. SUNGGUH AKU MENIKMATINYA walau terkadang aku ingin menangis. terkadang hasrat ingin memilikimu begitu berkecamuk dalam hati. tapi tetap takut mengunggkapkan perasaan ini. sampai saat ini aku tetap bangga bisa mencintaimu tanpa kau tau aku hanya ingin kau menjadi ibu dari calon anak_anakku yg shaleh dan shalehah nanti.(jika tuhan menankdirkan). salamku untukkumu yang tak pernah tau akan hal ini. #malamku.

Selasa, 28 Mei 2013

rasa yang ku pendam untukmu

Dear Someone,
 Hei, kau yang di sana. Apa kabar? Semoga baik - baik saja. Tidak seperti diriku di sini yang gelisah,bingung dan merana karena merindukanmu. Kemarin kita pergi ke suatu tempat berdua saja. Aku sangat bahagia saat itu. Ku kira kau bersama temanmu Tapi kamu bilang temanmu tidak bisa ikut. Jadi cuma aku dan kamu. Hanya berdua saja. Aku dan kamu. Laki - laki dan perempuan. Berdua. Mungkin kita terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang jalan - jalan berdua. Tapi itu salah. Aku dan kamu kenyataannya hanya teman biasa, tidak ada sesuatu yang spesial di antara kita. Dan kamu pun tahu itu. Yah, tentunya, sebagai seorang perempuan tentunya kamu membutuhkan seseorang yang bisa melengkapi hidupmu. Di kantor, kita sering digosipkan kalau kita ‘pacaran’. Mungkin karena hubungan yang dekat di antara kita. Meskipun kenyataannya kita adalah teman, dalam hati aku juga menaruh rasa padamu. "Aku mencintaimu". tetapi sampai saat aku menulis ini aku tak berani tuk mengatakan yg sebenarnya padamu karena kau pernah mengatakan sebuah pesan padaku Mendengar jawabanmu itu, aku jadi mengurungkan niatku untuk menyatakan cinta padamu setelah kamu putus. Ya, kenyataannnya kamu sekarang dekat dengan yang lain. Aku menyadari itu. Mungkin karena sebentar lagi kau atau aku yang akan keluar dari perusahaan tempat kita bekerja. Tapi, apa daya, aku hanya bisa memendam perasaanku padamu. Mungkin aku bisa mengungkapkannya kelak setelah kau atau aku yg keluar dari perusahaan tempat kita bekerja. Itu pun juga kalau seandainya kita masih bisa bertemu lagi. Sebelum mengenalmu aku biasa-biasa saja ketika bekerja di sini,tetapi setelah kau bergabung di sini aku lebih banyak menghabiskan waktu tuk menyendiri dan berbohong pada diriku dan semua sebenarnya aku sudah mencintaimu. Aku sudah menaruh rasa padamu saat pertama kali melihatmu. Ya, ini memang kesalahanku. Kesalahanku yang tidak lebih cepat dalam mengutarakan isi hatiku padamu. Kesalahanku yang membiarkanmu terus menunggu karena tidak adanya kepastian status dariku. Itu memang salahku, dan aku sangat menyesali itu, meskipun sekarang kau sudah putus dengannya dan dengan alasan putus yang cukup menamparku. Jika saja aku bisa memutar waktu, mungkin pada saat itu aku tidak akan membiarkannya lebih dulu dari diriku bekerja di sini setelah ku tau kau akan masuk dalam lingkaran perusahaan tempatku bekerja. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, jika aku lebih memilih untuk ikut dengan kakaku ke surabaya. Mungkin aku tak akan tersakiti seperti saat ini. Aku yakin, inilah alasannya kenapa sampai saat saya menulis ini saya tak berani mengambil keputusan untuk segera hengkang dari perusahaan tempatku bekerja..... Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah peribahasa yang sangat pantas dengan diriku. Percuma aku berkhayal, percuma aku mencari kebenaran di masa lalu. Toh, kenyataannya, kita tak bisa bersama (mungkin). Aku tak bisa mengungkapkan perasaanku yang telah begitu lama ku pendam. Sebentar lagi kamu akan segera menunaikan dan melengkapi sebagian dari dienmu, dan perpisahan pun tak bisa diingkari. Aku yakin rasa ini akan tetap ada sampai kelak ku tak lagi bisa membuka mata ini... Kita akan terpisah karena status yang akan segera kau ganti,Tidak bisa bertemu lagi,tidak bisa meneleponmu lagi Mungkin juga suatu hari nanti kau akan memperkenalkan anakmu padaku,tapi Tak apalah. Biarkan cintaku ini terus ku pendam saja. Jika kita memang berjodoh, satu keyakinanku, kita pasti bersatu dengan izinnya lagi. Good night… :)

Minggu, 24 Maret 2013

rentan waktu.... terkadang membuat kita lupa. bahwa kita semakin dewasa rentan waktu terkadang membuat kita lupa bahwa kita telah melanggar titah allah rentan waktu terkadang membuat kita tersadar bahwa kita hanya manusia yang tak punya apa-apa selain jasad yang tak berguna rentan waktu kadang membuat kita sadar bahwa tuhan tidak melihat harta dan rupa melainkan hati yang ada di dalam dada walau einstein berkata bahwa rentan waktu itu tergantung ruang dan waktu tergantung dalan apa kita berada namun tuhan telah berkata bahwa hanya saya yang tau umur manusia sekular barat berkata aku adlah dollar dalam kantong namun HASAN AL-BANNAH berkata waktu adalah potong atau terpotong waktu alam akan terus menari dalam sinfoninya waktu..... umur manusia di dikte olehnya waktu.. setiap detaknya memakukan kita ke persimpangannya jalan tuhan atau jalan setan....??? rentan waktu semoga tak melalai kan kita tuk terus berjalan di jalannya by;copas