Di sini kami mencari kematian, kemenangan hanya di sisi ALLOH. Saat anda tertidur dalam kehangatan selimut daging-daging manusia Bosnia, dalam kesejukan atap-atap runtuh Chechnya, dalam kelembutan kehormatan wanita Afgan, dalam mimpi indah daratan Palestina, dalam buaian dongeng rakyat Irak.
Kami merayap mencari mati. Kami tidak ingin tidur. Kami takut dengan kesenangan dunia, kami takut seperti anda, kelak menjadi tamak. Tamak pada kesenangan semu, tamak pada kesombongan, tamak pada kebohongan. Kami haus darah. Darah anda, teriakan kesakitan anda, kekalahan anda, kerugian anda dan ketakutan anda; semua itu menjadi penghibur kami, penghibur kesepian kami, pengisi waktu kami.
Sebelum kami berjumpa dengan Robb kami, dengan membawa bendera kemenangan.
Kami yakin Rabb kami penuhi janji, kami yakin Al Qur`an benar adanya, kami yakin sabda Rasululloh, kami yakin Islam akan selalu berkibar dan menyebar serta menjadi yang terbenar.
Setiap tetes darah kami di sini, adalah janji syurga dan kemenangan akhirat semakin mendekat. Setiap peluh keringat kami di sini, adalah yakin membersihkan tanah Islam yang telah ternajisi tapak-tapak kaki anda. Pekikan kami adalah lagu-lagu suci, pengagung yang Teragung.
Takbeeer!!!
24 Rabi`uts Tsani 1427 H
umminya faris
Minggu, 18 September 2011
hantarkan aku ke sana
Gejolak yang membuncah memenuhi dada ini…
Bersama asa yang rindu mendalam…
Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan…
Berharap dapat bersua dengan-Mu…
Wahai Rabbul`alamiin…
Dengan taubat ku berharap…
Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya…
Azzamkan niat ini dalam mencapainya…
Ikhlaskan hati ini menjalaninya…
Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu…
Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM
Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu…
Hantarkanlah kerinduanku ini…
Mudahkanlah…
Lapangkanlah…
Tuk raih cita-cita…
KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU
KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
Ridhai dan kabulkanlah…
Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…
Bersama asa yang rindu mendalam…
Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan…
Berharap dapat bersua dengan-Mu…
Wahai Rabbul`alamiin…
Dengan taubat ku berharap…
Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya…
Azzamkan niat ini dalam mencapainya…
Ikhlaskan hati ini menjalaninya…
Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu…
Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM
Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu…
Hantarkanlah kerinduanku ini…
Mudahkanlah…
Lapangkanlah…
Tuk raih cita-cita…
KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU
KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
Ridhai dan kabulkanlah…
Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…
Senin, 12 September 2011
Belum kering tetesan darah saudaraku yang tumpah,
karena ulah tangan kotor anda
Belum berhenti tangis adikku ditinggal ibu tercinta,
Karena keconkakan tangan najis anda
Belum habis kepulan debu rumahku terhantam hancur,
Karena JAGOAN MERAH laknat milik anda
Belum reda teriakan takbir ayahku mempertahankan Izzatul Islamnya,
Karena paksaan dan propaganda dusta anda
Kami berjanji……..
Tidur anda tidak akan pernah nyenyak
Makan anda tidak akan pernah nikmat
Tiap tarikan nafas anda tidak akan pernah lega
Meski ruh-ruh kami menguap ke angkasa
Semangat jihad kami senantiasa mengganda
Menjadi syaithon pengganggu ketenangan anda
Hai…anda dajjal berwajah KERA.dajjal berwajah BABI.
Dajjal berseragam THOGUT
Kami katakan…..
Anda tidak akan pernah merasakan kemenangan,
Anda akan menelan kehinaan dunia dan keburukan akhirat
Mengekor, menjadi bayang hitam setiap waktu
Hingga ALLOHU TA`ALA menurunkan azab pada anda dan teman-teman anda!!!
Ummu Faris
Muharram 1427 H
karena ulah tangan kotor anda
Belum berhenti tangis adikku ditinggal ibu tercinta,
Karena keconkakan tangan najis anda
Belum habis kepulan debu rumahku terhantam hancur,
Karena JAGOAN MERAH laknat milik anda
Belum reda teriakan takbir ayahku mempertahankan Izzatul Islamnya,
Karena paksaan dan propaganda dusta anda
Kami berjanji……..
Tidur anda tidak akan pernah nyenyak
Makan anda tidak akan pernah nikmat
Tiap tarikan nafas anda tidak akan pernah lega
Meski ruh-ruh kami menguap ke angkasa
Semangat jihad kami senantiasa mengganda
Menjadi syaithon pengganggu ketenangan anda
Hai…anda dajjal berwajah KERA.dajjal berwajah BABI.
Dajjal berseragam THOGUT
Kami katakan…..
Anda tidak akan pernah merasakan kemenangan,
Anda akan menelan kehinaan dunia dan keburukan akhirat
Mengekor, menjadi bayang hitam setiap waktu
Hingga ALLOHU TA`ALA menurunkan azab pada anda dan teman-teman anda!!!
Ummu Faris
Muharram 1427 H
ya mujahid
ya mujahid ……
sungguh apabila maut berjumpa dengan engkau
akan lari pucat pasi dan mencari jalan untk kembali
sambil melarikan diri kmatian takut dengan engkau
ya mujahid……
engkau selalu mencintainya dimanapun engkau berada
tiadalah engkau berlambat lambat darinya ataupun maju mendahuluimu
maka engkau dapati celaan dalam mencintainya amatlah nikmat
terasa senang mengingtnya maka biarkan celaan mencela engkau
ya mujahid……
engkau tegak berdiri dan tak ada keraguan dalam kematian bagi orang yg tegak berdiri
seolah olah engkau berada dipelupuk sang maut yg tengah tertidur
lewat padamu para perwira yg tengah luka dan cedera sementara wajahmu tetap putih berseri;
mulutmu tetap tersungging senyum
ya mujahid……
adakah raja itu memiliki daging di atas meja hidangan
apabila pedang-pedangmu masih kehausan dah burung burung masih kelaparan
sampai aku kembali pena penaku mengatakan padaku
kemulian itu milik pedang bukan milik pena
ya mujahid……
andai aku masih diberi umur , akan kujadikan perang sebagai ibu
tombak sebagai saudara dan pedang sebagai bapak
dengan rambut kusut masai terseyum meyongsong kematian
hingga seolah-olah ia mempunyai keinginan dalam kematian nya
berjalan cepat,, cepat,,jangan sampai terlambat
hingga hampir hampir ringkikan takbir melemparku dari pembaringanku
lantaran gembira dan melonjak-lonjak menyongsong perang
ya mujahid……
semoga allah merihoimu semoga allah merahmatimu
hingga dalam seyummu yg indah
engkau ingin mengatakan pada kami
aku sudah menepati janjiku aku sudah menjual diriku
maka kapan giliranmu wahai saudara maka kapan giliranmu wahai saudara??
by daud
ya mujahid ……
sungguh apabila maut berjumpa dengan engkau
akan lari pucat pasi dan mencari jalan untk kembali
sambil melarikan diri kmatian takut dengan engkau
ya mujahid……
engkau selalu mencintainya dimanapun engkau berada
tiadalah engkau berlambat lambat darinya ataupun maju mendahuluimu
maka engkau dapati celaan dalam mencintainya amatlah nikmat
terasa senang mengingtnya maka biarkan celaan mencela engkau
ya mujahid……
engkau tegak berdiri dan tak ada keraguan dalam kematian bagi orang yg tegak berdiri
seolah olah engkau berada dipelupuk sang maut yg tengah tertidur
lewat padamu para perwira yg tengah luka dan cedera sementara wajahmu tetap putih berseri;
mulutmu tetap tersungging senyum
ya mujahid……
adakah raja itu memiliki daging di atas meja hidangan
apabila pedang-pedangmu masih kehausan dah burung burung masih kelaparan
sampai aku kembali pena penaku mengatakan padaku
kemulian itu milik pedang bukan milik pena
ya mujahid……
andai aku masih diberi umur , akan kujadikan perang sebagai ibu
tombak sebagai saudara dan pedang sebagai bapak
dengan rambut kusut masai terseyum meyongsong kematian
hingga seolah-olah ia mempunyai keinginan dalam kematian nya
berjalan cepat,, cepat,,jangan sampai terlambat
hingga hampir hampir ringkikan takbir melemparku dari pembaringanku
lantaran gembira dan melonjak-lonjak menyongsong perang
ya mujahid……
semoga allah merihoimu semoga allah merahmatimu
hingga dalam seyummu yg indah
engkau ingin mengatakan pada kami
aku sudah menepati janjiku aku sudah menjual diriku
maka kapan giliranmu wahai saudara maka kapan giliranmu wahai saudara??
by daud
Sabtu, 10 September 2011
karena cintamu tak boleh bersemi disini
Hampir selalu
Hatimu ini…..
Pernah Mencintai
Jatuh Rindu
Pada seseorang
Yang mungkin mimpimu
Berharap dia adalah belahan hatimu itu….
Tapi Kenyataan
Hari ini
Yang ada di sisimu sekarang
Bukan dia……
Tapi hatimu
Mungkin tak bisa berdusta
Bahwa masih saja
Ada rindu
Ada harap….
Akan dirinya
Masa lalu mu itu……..
Saya tak tahu
Apa yang menyebabkan
Engkau tak berjodoh dengannya…..
Tapi satu yang saya yakini
Begitu akad nikah
Engkau Deklarasikan…..
Siapapun dia yang menjadi pasanganmu saat ini
Dia
Dia….
Adalah yang terbaik di sisi Rabbmu……
Karena pada akad itu
Ada kesadaran
Ada pilihan dalam akalmu…
Jika engkau tak suka
Maka tak akan kau lanjutkan proses pernikahan itu….
Tapi Nyatanya….
Saat ini dia menjadi istrimu
Menjadi suamimu….
Dan itu adalah pilihanmu.
Pada Celah itu lah
Setan masuk dalam anganmu…..
Engkau merasa menyesal menikahinya
Merasa salah memilih pendamping hidup…..
Dalam,hatimu setan membisikan
Keraguan itu…….
Akan Masa lalu mu itu…
Memori itu berkecamuk dalam jiwamu
Terbang dalam mimpi-mimpimu….
Dan semua adalah tipu daya setan yang menyesatkan…..
Sahabat
Sadarlah.
Istrimu itu…..
Atau suamimu itu
Yang menjadi pendamping hidupmu ini….
Selama tak menyuruh dalam kemaksiatan kepada Alloh
Adalah pasangan jiwamu
Dia adalah manusia
Bukan malaikat atau bidadari…..
Yang tak punya salah.
Tapi kehadiran kita
Disisinya untuk menutup kekurangannya itu
Begitupun hadirnya dirinya di sisimu
Adalah Takdir Alloh
Agar kekurangan kita di tutup oleh kehadirannya…..
Cintamu pada Masa lalu itu
Pada dirinya itu
Adalah Cinta semu
Ia tak boleh bersemi dan mekar di hatimu
Karena ia tak layak….
Cintamu hanya layak
Untuk pasangan-pasangan halalmu itu…
Suamimu Atau istrimu….
Hatimu ini…..
Pernah Mencintai
Jatuh Rindu
Pada seseorang
Yang mungkin mimpimu
Berharap dia adalah belahan hatimu itu….
Tapi Kenyataan
Hari ini
Yang ada di sisimu sekarang
Bukan dia……
Tapi hatimu
Mungkin tak bisa berdusta
Bahwa masih saja
Ada rindu
Ada harap….
Akan dirinya
Masa lalu mu itu……..
Saya tak tahu
Apa yang menyebabkan
Engkau tak berjodoh dengannya…..
Tapi satu yang saya yakini
Begitu akad nikah
Engkau Deklarasikan…..
Siapapun dia yang menjadi pasanganmu saat ini
Dia
Dia….
Adalah yang terbaik di sisi Rabbmu……
Karena pada akad itu
Ada kesadaran
Ada pilihan dalam akalmu…
Jika engkau tak suka
Maka tak akan kau lanjutkan proses pernikahan itu….
Tapi Nyatanya….
Saat ini dia menjadi istrimu
Menjadi suamimu….
Dan itu adalah pilihanmu.
Pada Celah itu lah
Setan masuk dalam anganmu…..
Engkau merasa menyesal menikahinya
Merasa salah memilih pendamping hidup…..
Dalam,hatimu setan membisikan
Keraguan itu…….
Akan Masa lalu mu itu…
Memori itu berkecamuk dalam jiwamu
Terbang dalam mimpi-mimpimu….
Dan semua adalah tipu daya setan yang menyesatkan…..
Sahabat
Sadarlah.
Istrimu itu…..
Atau suamimu itu
Yang menjadi pendamping hidupmu ini….
Selama tak menyuruh dalam kemaksiatan kepada Alloh
Adalah pasangan jiwamu
Dia adalah manusia
Bukan malaikat atau bidadari…..
Yang tak punya salah.
Tapi kehadiran kita
Disisinya untuk menutup kekurangannya itu
Begitupun hadirnya dirinya di sisimu
Adalah Takdir Alloh
Agar kekurangan kita di tutup oleh kehadirannya…..
Cintamu pada Masa lalu itu
Pada dirinya itu
Adalah Cinta semu
Ia tak boleh bersemi dan mekar di hatimu
Karena ia tak layak….
Cintamu hanya layak
Untuk pasangan-pasangan halalmu itu…
Suamimu Atau istrimu….
Rabu, 07 September 2011
antara ilmu dan harta
Sepuluh orang pembesar Yahudi telah datang menemui Sayidina Ali secara bergilir-gilir. Mereka bertanyakan satu soalan yang serupa dan dijawab oleh Sayidina Ali dengan sepuluh jawapan yang berbeza-beza.
~►
❤`·.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`·.¸.¸¸.•*.*•.¸.·´*¨¨*•.¸¸❤
Soalannya: "Yang manakah lebih bermanfaat ilmu atau harta?"
" Tentulah ilmu" jawab Sayidina Ali.
" Apakah alasan tuan berkata demikian?"
Sayidina Ali menjawab: "Ilmu itu pusaka ataupun warisan para Nabi sebaliknya harta itu pusaka Qarun."
Soalan: "Yang manakah lebih bermanfaat,ilmu atau harta? "
Sayidina Ali pun pun menjawab: "Tentulah iImu kerana ilmu itu menjaga dan memelihara kita, tetapi harta kita pula yang terpaksa menjaga dan memeliharanya."
Kali ketiga Sayidina Ali pun menjawab: "Tentulah ilmu kerana orang yang berharta banyak musuhnya seperti pencuri dan penyamun, dan sentiasa pula bimbang akan hartanya itu. Sebaliknya orang yang berilmu ramai sahabat dan sentiasa selamat. "
Jawapan keempat : "Ilmu lebih bermanfaat kerana harta jika selalu digunakan akan berkurangan, sebaliknya ilmu jika selalu digunakan akan bertambah. "
Jawapan yang kelima: "Ilmu lebih bermanfaat kerana orang berharta kerap dipanggil dengan gelaran bakhil atau cela. Tetapi orang berilmu sering dipanggil dengan nama yang baik dan mulia."
Jawapan yang keenam: "Ilmu lebih bermanafaat kerana harta perlu dijaga supaya tidak dicuri tetapi ilmu tidak perlu menjaganya daripada kecurian."
Jawapan ketujuh: " Ilmu lebih bermanfaat kerana harta akan dihisab kelak tetapi ilmu akan memberi syafaat."
Jawapan kelapan: Sayidina Ali tetap mengatakan " Ilmu lebih bermanafaat kerana harta akan rosak sekiranya disimpan tetapi ilmu tidak akan rosak walau selama manapun disimpan."
Jawapan kesembilan: " Ilmu lebih bermanafaat kerana harta mengeraskan hati tetapi ilmu melembutkan hati."
Dan jawapan yang terakhir untuk pembesar Yahudi yang kesepuluh Sayidina Ali tetap mangatakan "ilmu lebih bermanfaat daripada harta kerana pemilik harta selalu merasakan dirinya hebat, malah ada yang merasakan dirinya Tuhan seperti Qarun. Tetapi pemilik ilmu selalu merasakan dirinya lemah dan hamba Allah."
Akhirnya sepuluh orang pembesar Yahudi itu berkumpul semula membincangkan jawapan yang diberi oleh SayidinaAli. Memang benarlah Sayidina Ali seorang yang tinggi ilmunya. Dengan kehendak Allah kesepuluh orang pembesar Yahudi itu pergi semula ke rumah Sayidina Ali untuk memeluk agama Islam.
Kata Sayidina Ali: "Jika datang lagi mereka kepada aku bertanyakan soalan yang sama, aku tetap akan memberikan jawapan yang berlainan sehingga akhir hayatku.
Semoga ianya bermanfaat buat semua. InsyaAllah...
❤`·.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`·.¸.¸¸.•*.*•.¸.·´*¨¨*•.¸¸❤
~►
❤`·.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`·.¸.¸¸.•*.*•.¸.·´*¨¨*•.¸¸❤
Soalannya: "Yang manakah lebih bermanfaat ilmu atau harta?"
" Tentulah ilmu" jawab Sayidina Ali.
" Apakah alasan tuan berkata demikian?"
Sayidina Ali menjawab: "Ilmu itu pusaka ataupun warisan para Nabi sebaliknya harta itu pusaka Qarun."
Soalan: "Yang manakah lebih bermanfaat,ilmu atau harta? "
Sayidina Ali pun pun menjawab: "Tentulah iImu kerana ilmu itu menjaga dan memelihara kita, tetapi harta kita pula yang terpaksa menjaga dan memeliharanya."
Kali ketiga Sayidina Ali pun menjawab: "Tentulah ilmu kerana orang yang berharta banyak musuhnya seperti pencuri dan penyamun, dan sentiasa pula bimbang akan hartanya itu. Sebaliknya orang yang berilmu ramai sahabat dan sentiasa selamat. "
Jawapan keempat : "Ilmu lebih bermanfaat kerana harta jika selalu digunakan akan berkurangan, sebaliknya ilmu jika selalu digunakan akan bertambah. "
Jawapan yang kelima: "Ilmu lebih bermanfaat kerana orang berharta kerap dipanggil dengan gelaran bakhil atau cela. Tetapi orang berilmu sering dipanggil dengan nama yang baik dan mulia."
Jawapan yang keenam: "Ilmu lebih bermanafaat kerana harta perlu dijaga supaya tidak dicuri tetapi ilmu tidak perlu menjaganya daripada kecurian."
Jawapan ketujuh: " Ilmu lebih bermanfaat kerana harta akan dihisab kelak tetapi ilmu akan memberi syafaat."
Jawapan kelapan: Sayidina Ali tetap mengatakan " Ilmu lebih bermanafaat kerana harta akan rosak sekiranya disimpan tetapi ilmu tidak akan rosak walau selama manapun disimpan."
Jawapan kesembilan: " Ilmu lebih bermanafaat kerana harta mengeraskan hati tetapi ilmu melembutkan hati."
Dan jawapan yang terakhir untuk pembesar Yahudi yang kesepuluh Sayidina Ali tetap mangatakan "ilmu lebih bermanfaat daripada harta kerana pemilik harta selalu merasakan dirinya hebat, malah ada yang merasakan dirinya Tuhan seperti Qarun. Tetapi pemilik ilmu selalu merasakan dirinya lemah dan hamba Allah."
Akhirnya sepuluh orang pembesar Yahudi itu berkumpul semula membincangkan jawapan yang diberi oleh SayidinaAli. Memang benarlah Sayidina Ali seorang yang tinggi ilmunya. Dengan kehendak Allah kesepuluh orang pembesar Yahudi itu pergi semula ke rumah Sayidina Ali untuk memeluk agama Islam.
Kata Sayidina Ali: "Jika datang lagi mereka kepada aku bertanyakan soalan yang sama, aku tetap akan memberikan jawapan yang berlainan sehingga akhir hayatku.
Semoga ianya bermanfaat buat semua. InsyaAllah...
❤`·.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸❤`·.¸.¸¸.•*.*•.¸.·´*¨¨*•.¸¸❤
Langganan:
Komentar (Atom)